Perdana Kalinya, Ilmuwan Temukan Mikroplastik pada Plasenta Manusia

Perdana Kalinya, Ilmuwan Temukan Mikroplastik pada Plasenta Manusia

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Para ilmuwan mendeteksi mikroplastik di dalam plasenta manusia untuk pertama kalinya. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Environmental International, temuan mikroplastik yang menembus plasenta ini menimbulkan sejumlah kekhawatiran.

Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk pelajaran apakah itu dapat membahayakan lembaga. Mikroplastik merupakan partikel berukuran kurang dari lima milimeter, dihasilkan masa benda plastik lebih besar terdegradasi.

Mikroplastik sudah menjadi bahaya lingkungan utama semasa beberapa tahun terakhir dan saat ini ditemukan dalam jumlah besar pada seluruh daratan dan lautan negeri, juga di laut dalam.

Dalam melakukan penelitian ini, para ahli menggabungkan sebagian kecil plasenta dari enam perempuan. Setelah dilarutkan dan mengayak sampel, para ilmuwan menemukan 12 partikel mikroplastik yang berasal daripada empat plasenta.

Mengaji Juga: Senjata dibanding Tulang Manusia Berusia 11. 000 Tahun Ditemukan

Itu mungkin jumlah yang kecil, tetapi para sarjana hanya menganalisis sekitar empat persen dari setiap plasenta, sehingga peluang ada lebih banyak partikel dalam organ tersebut.

Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]

Sebanyak 10 mikroplastik yang ditemukan itu berukuran diameter invalid dari sepuluh mikrometer, dengan perut mikroplastik lebih kecil dari lima mikrometer. Dengan kata lain, mikroplastik tersebut dapat dengan mudah diangkut dalam darah.

Namun, para ahli tak yakin pasti bagaimana partikel tersebut dapat memasuki aliran darah pokok karena tidak mungkin, untuk pandangan apakah itu masuk melalui pola pernapasan atau sistem pencernaan.

Dari 12 mikroplastik tersebut, lima partikel ditemukan dalam sisi janin, empat terletak dalam plasenta yang lebih berada dalam sisi ibu, dan tiga sisanya ditemukan di selaput yang melindungi cairan ketuban.

“Karena peran penting dari plasenta dalam mendukung perkembangan janin dan dalam bertindak sebagai makelar, keberadaan partikel eksogen dan berpotensi berbahaya menjadi masalah yang betul memprihatinkan, ” kata para sarjana, seperti dikutip IFL Science , Minggu (27/12/2020).

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Senjata dari Tangkas Manusia Berusia 11. 000 Tarikh

Semua partikel ini berpigmen memakai senyawa yang biasanya digunakan buat mewarnai plastik, cat, dan kosmetik.

Close
Menu